Walah, 24 Anggota KPU di Papua Terancam Masuk Bui

Nurlina Umasugi, Okezone · Kamis 17 Juli 2014 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 17 340 1014240 HzDtJFm6uy.jpg penjara (ilustrasi)

JAYAPURA - Sejumlah komisioner KPUD Kabupaten dan Kota di Papua, terancam hukuman penjara dan denda puluhan juta rupiah lantaran tersandung dugaan kasus pidana Pemilu ketika Pemilihan Legislatif 9 April lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Kombes polisi Sulistyo Pudjo, mengatakan, dari 24 anggota KPUD Kabupaten dan Kota di Papua yang telah ditetapkan jadi tersangka, beberapa di antarnya telah masuk P21 atau dinyatakan lengkap.

"Rata-rata tersangka, terancam pasal 312 UU 8 tahun 2012 dan pasal 309 KUHP tentang UU Pileg anggota DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 atau pengalihan suara ke caleg lain,” kata Pudjo, Kamis (17/7/2014).

Untuk Pasal 312, ancaman hukuman penjara hingga tiga tahun penjara dan denda Rp30 juta. Sedangkan Pasal 309 ancaman hukumannya empat tahun penjara dan denda Rp36 juta.

Saat ini, lanjut Sulistio Pudjo, jumlah anggota KPUD yang berkasnya dinyatakan P21 ada tiga anggota KPUD Bovendigoel, lima anggota KPUD Tolikara, sekretaris KPUD Tolikara, lima komisioner KPUD Yahukimo, empat anggota KPUD Puncak Jaya, dan lima anggota KPUD Nduga.

"Untuk komisoner KPUD Bovendigoel, satu dari tiga orang itu telah meninggal dunia. Kalau Yahukimo, rencananya hari ini sudah tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti ke kejaksaan. Namun karena bandara Yahukimo dipalang warga setempat, sehingga besok baru dieksekusi jika mereka datang," lanjut dia.

Sedangkan untuk KPUD Kabupaten Sarmi, kata Sulistio pudjo, ada dua kasus yang sama, yakni kasus yang melibatkan dua tersangka dan kasus kedua melibatkan tiga tersangka. Di mana kasus KPUD Sarmi masih dalam proses dan belum dinyatakan P21.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini