Jelang Sidang Putusan MK, Situasi Bali & Nusra Terkendali

Rohmat, Okezone · Kamis 21 Agustus 2014 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 21 340 1027717

DENPASAR - Pihak keamanan memastikan situasi di Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) terkendali menjelang sidang putusan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden Mahkamah Konstitisi (MK).

 

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, mengatakan hal tersebut usai mengikuti gelar pasukan dengan Inspektur Upacara Kapolda Bali Irjen Pol Benny Mokalu, Kamis (21/8/2014).

Wisnu mengingatkan kepada semua pihak agar tetap menjaga keamanan Bali dan Nusra. Keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya tergantung aparat Polri dan TNI, melainkan juga ada peran serta masyarakat.

Apa pun hasil putusan MK, dia meminta masyarakat untuk menghormatinya.

“Sekali lagi saya mengajak semua pihak mari kita hormati segala undang-undang dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Kita harus jaga ketertiban dan kenyamanan anak bangsa,” ucapnya di Lapangan Renon, Denpasar.

Ia menambahkan, semua wilayah Bali, mulai dari Pelabuhan Gilimanuk hingga Padang Bai, serta beberapa titik setrategis di pintu masuk Pulau Dewata dijaga ketat petugas.

Sebagai daerah tujuan wisata dunia, lanjut dia, Bali harus terjaga keamanan dan kenyamanannya. Tak hanya di Bali, berdasarkan laporan yang diterimanya, situas di wilayah hukum Pangdam IX/Udayana lainnya, yakni Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, juga kondusif.

“Semuanya dalam kondisi terkendali. Sejuk dan aman,” sebutnya.

Namun bila nantinya ada hal-hal yang berpotensi menciptakan instabilitas dan gangguan kamtibmas, pihaknya akan bertindak cepat. Dia pun meminta peran serta masyarakat untuk melaporkan kepada aparat bila ada hal-hal mencurigakan atau gangguan keamanan.

“Laporkan dan kami bertindak cepat. Kita tidak ingin terulang lagi hal-hal tidak bagus,” imbuhnya.

Di kesempatan yang sama, Kapolda Bali menginstruksikan kepada jajarannya untuk tidak memberikan toleransi kepada para pelanggar hukum.

“Jangan kita terpengaruh. Ada pelanggaran hukum, tindak! Tidak ada kompromi,” ucap mantan Kapolda Bengkulu itu.

(ton)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini