Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rusuh Sumbawa Bukan Hanya Tanggung Jawab TNI & Polri Semata

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Kamis, 24 Januari 2013 |09:07 WIB
Rusuh Sumbawa Bukan Hanya Tanggung Jawab TNI & Polri Semata
Warga mengungsi di Mapolres Sumbawa Besar (foto: Rusmin/Sindo TV)
A
A
A

JAKARTA – Komisi I DPR Susaningtyas NH Kertopati menilai aksi perusakan milik warga Bali di Sumbawa, NTB, bukan hanya tanggung jawab pihak kepolisian semata. Dia menilai berbagai elemen pemerintah wajib untuk bertanggung jawab untuk meredam kerusuhan di Sumbawa.
 
“Kasus konflik massa yang sering terjadi di NTB ini harus diselesaikan secara integral, dimana peranan Pemda dan unsur Departemen terkait juga penting. Penanganannya tak bisa hanya jadi tanggung jawab aparat TNI, Polri, intelijen semata saja,” kata Susaningtyas, saat berbincang dengan Okezone, Rabu (23/1/2013).
 
Dia setuju dengan pendapat Menkopolhukam Joko Suyanto, yang meminta warga untuk pandai mengelola isu, apa yang harus ditanggapi. “Tetapi sesungguhnya hingga terjadinya penjarahan itu kita harus tengarai apa unsur penyulutnya,” terangnya.
 
Lebih lanjut Susaningtyas meminta agar jangan mudah terprovokasi. “Tentu mereka tak akan mudah terprovokasi bila kondisi ipoleksosbud (ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya) daerah itu bagus tertata dengan baik,” tukasnya.


Sebelumnya terjadi aksi perusakan rumah ibadah milik warga Bali di Sumbawa, NTB, yang berlanjut pada aksi pembakaran sejumlah rumah, toko, mini bus, sepeda motor dan supermarket, Selasa 22 Januari malam.  

Aksi perusakan dan pembakaran tersebut diduga merupakan buntut kasus kecelakan tunggal yang menimpa anggota polisi, Brigadir Eka Gede Suwarjana dan Arniati. Brigadir Eka merupakan warga keturunan Bali yang bertugas di Kepolisian Resort Sumbawa.

Sementara Arniati, warga Desa Berang Rea, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa, merupakan PNS di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumbawa.

Pada Sabtu, 19 Januari lalu, pasangan kekasih tersebut berboncengan sepeda motor. Nahas sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan hingga menyebabkan Arniati meninggal dunia.

Dugaan kecelakaan itu disampaikan polisi setelah melakukan penyelidikan. Berdasarkan diagnosa dokter, korban meninggal akibat kecelakaan atau jatuh saat berkendara.  

Namun, keterangan polisi itu dibantah pihak keluarga korban. Mereka menduga Arniati tewas bukan akibat kecelakaan melainkan menjadi korban penganiayaan. Sebab, keluarga menemukan bekas luka di sekujur tubuh, dan beberapa tulang patah. Selain itu, korban juga mengalami gegar otak.

Kematian yang tak wajar itu tak hanya memancing emosi keluarga, namun juga warga sekitar. Kemarahan warga berbuntut pada pengerusakan rumah ibadah milik warga Bali di Sumbawa.

(K. Yudha Wirakusuma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement