Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden PKS Ditangkap, Bukti Tak Ada Parpol Bebas Korupsi

Tri Kurniawan , Jurnalis-Kamis, 31 Januari 2013 |10:29 WIB
Presiden PKS Ditangkap, Bukti Tak Ada Parpol Bebas Korupsi
Luthfi Hasan Ishaaq (foto: dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq menjadi tersangka kasus suap impor daging. Pengamat Politik, Fadjroel Rahman menilai, ini jadi bukti tak ada satupun partai politik yang bebas dari korupsi.

"Ini upaya besar pemberantasan korupsi. Tidak ada satupun partai yang kebal dari korupsi," kata dia kepada Okezone, Kamis (31/1/2013).

Ini juga menunjukkan jika lembaga pemberantasan korupsi, LSM dan media masih harus terus bekerja untuk mendorong pemberantasan korupsi. Beruntung, saat publik dikejutkan dengan kasus korupsi secara bertubi-tubi, Abraham Samad Cs bergerak tanpa pandang bulu dalam memberantas korupsi.

"KPK mampu menunjukkan sebagai lembaga penegak korupsi tanpa pandang bulu. Bahkan presiden partai yang bergabung dalam kabinet, KPK tidak segan-segan," ungkapnya.

Padahal, masih segara dalam ingatan, jika langkah KPK terus dihadang dengan berbagai cara. Keinginan mereka untuk bisa memiliki gedung baru ditolak DPR. Puluhan penyidik dari unsur Polri ditarik kembali ke institusi awalnya.

"Walaupun terus dikerubuti tapi mereka tetap jalan," ungkapnya.

Kini, tambah Fadroel, KPK harus mampu membuktikan bahwa penetapan tersangka terhadap Luthfi memang sudah berdasar alat bukti yang cukup. Jika tidak, bukan mustahil publik akan menilai KPK merupakan lembaga pesanan politik.

"Di titik ini KPK harus betul-betul objektif supaya tidak mudah dibilang ini pesanan politik," paparnya.

Fadroel menilai, sejauh ini PKS cukup sportif menanggapi masalah yang tengah merundung pemimpinnya. Jika ada beberapa elite PKS menyebut kasus ini fitnah dan konspirasi, itu hanya bagian dari kekagetan. Pasalnya, selama ini PKS dikenal partai bersih.

"Tapi sepertinya cukup kooperatif. Mau ngapain juga melawan lembaga negara," pungkasnya.

(Tri Kurniawan)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement