Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemimpin yang Tidak Tegas Pemicu Gerakan Separatis

Isnaini , Jurnalis-Sabtu, 06 April 2013 |13:58 WIB
Pemimpin yang Tidak Tegas Pemicu Gerakan Separatis
Ketua Umum Partai Hanura Wiranto (Foto: Isna/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Separatisme dinilai masih menjadi bahaya laten yang mengancam keutuhan berbangsa dan bernegara. Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan ada beberapa faktor pemicu separatisme di tanah air.

Faktor-faktor itu antara lain agama, etnik, perdebatan historis, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan, serta kolaborasi antara kepentingan nasional dan lokal. Menurut Wiranto, banyaknya kebijakan yang tidak bepihak pada rakyat, padahal kebijakan diambil oleh pemimpin yang telah dipilih oleh rakyat.

“Sekarang masih banyak wujud ketidakpuasan masyarakat kepada pemerintah dari kebijakan yang berlaku. Buktinya ada demo, konflik di Sulawesi Selatan, Papua, itu harus diselesaikan dengan cara yang cukup cerdas," kata Wiranto usai Seminar dengan tema 'Fenomena Separatisme di Indonesia' pada acara Konferensi Nasional FISIP di UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Sabtu (6/3/2013).

Sementara itu, lanjut Wiranto, faktor pencegah separatisme adalah dengan mengaktualisasikan kewajiban negara, meningkatkan sistem peringatan dini terhadap gejala separatisme. “Dengan mengetahui secara dini gejala tersebut, maka dapat dengan segera melakukan langkah-langkah resolusi konflik,” ujarnya.

Wiranto menyebutkan bahwa faktor pencegah lainnya adalah tindakan militer. Namun Wiranto mengungkapkan bahwa penggunaan militer dalam pencegahan separatisme adalah merupakan pilihan terakhir karena akan menimbulkan resiko dan korban yang besar.

Dijelaskannya, untuk menjalankan empat kunci pencegahan separatisme tersebut dibutuhkan pemimpin yang memiliki leadership yang kuat. Maka dengan pemimpin ‘Hebat’ yakni Humanis, Educated, Bersih, Amanah dan Tegas, Wiranto meyakini akan mampu melakukan penguatan kebijakan- kebijakan negara negara.

(Dede Suryana)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement