JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengaku prihatin dengan tragedi peledakan bom di Boston, Amerika Serikat, yang menewaskan tiga orang dan ratusan orang luka-luka.
‪"Mengakibatkan korban, tentu bapak Presiden menyampaikan rasa prihatin yang dalam pada keluarga korban di Amerika atas insiden pemboman di Boston," ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Istana Negara Jakarta, Selasa 16 April.
Kendati dari laporan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Pati Jalal, tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam insiden tersebut, namun pemerintah Indonesia akan terus memonitor perkembangan kasus tersebut hingga tuntas.
"Yang jelas dari Kementerian Luar Negeri kami terus memonitor sejauh mana perkembangan peristiwa itu di sana," kata Julian.
Julian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada travel warning bagi WNI yang ingin berkunjung ke negeri Paman Sam itu.
"Semenetara tidak ada (travel warning). Ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Harapan bapak Presiden agar WNI di mana pun termasuk di AS meningkatkan kehati-hatian, kewaspadaaan, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, lomba lari maraton di Boston, berubah menjadi pemandangan menyeramkan. Dua buah bom meledak di dekat garis finish yang menewaskan dua pelari dan seorang anak.
Bom yang meledak pada Senin sore waktu setempat atau pagi dini hari waktu Indonesia itu, menyebabkan korban terlempar ke jalanan. Selain menewaskan tiga orang, sekira 110 lainnya menjalani perawatan akibat luka-luka dari bom tersebut, termasuk delapan anak-anak.
Beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian mengaku mendengar suara ledakan besar yang kemudian diikuti dengan asap. Ledakan bom itu juga memicu terjadinya kepanikan warga yang menyaksikan para pelari di dekat garis finish.
Besarnya kekuatan ledakan, mengguncang beberapa gedung yang di dekat lokasi ledakan. Mereka yang berada di dalam gedung pun berlindung di bawah meja.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.