Ini Pernyataan Susno di YouTube

Ini Pernyataan Susno di YouTube
JAKARTA- Terpidana kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat  2008 Susno Duadji tiba-tiba muncul situs berbagi video Youtube. Video berjudul Susno Duadji, yang diunggah oleh Yihana Celia, itu berdurasi 15 menit 34 detik.

Yihana juga menuliskan sub judul, "Jangan tuduh aku membangkang justru aku berjuang menegakan hukum, kebenaran dan keadilan.

Dalam video itu, mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri tersebut membeberkan semua perkara hukum yang membelitnya.

Dengan menggunakan batik biru, Susno mempertanyakan, apa motif Jaksa Agung ataupun pihak Kejaksaan memaksakan eksekusi terhadap dirinya. Berikut, pemaparan Susno dalam video itu.

Assalamualaikum wr wb, salam kepada masyarakat Indonesia khususnya yang mencintai kebenaran, keadilan dan penegakan hukum yang benar. Saya Susno Duadji di sini dalam keadaan sehat walafiat. Saya berada di daerah pemilihan saya di dapil 1 jawa barat. Tentu tidak benar kalau dikatakan saya hilang tidak ada rimbanya, apalagi kalau saya dikatakan melarikan diri. Saya bukan orang yang lari dari tanggung jawab adapun saya tidak nampak di muka umum adalah untuk menghindari eksekusi liar.

Kenapa saya katakan eksekusi liar?

Karena jaksa telah mempertontonkan eksekusi tanpa dasar hukum, sebagaimana kejadian di Dago Pakar di rumah saya di Bandung, pada Rabu lalu. Kenapa saya katakan eksekusi liar karena putusan perkara terhadap diri saya semua batal demi hukum.

Mengapa demikian?

Karena putusan pengadil negeri pada bulan Maret 2011 tidak mencantumkan pasal 197 ayat 1 huruf K. Karena waktu itu susno duadji tidak berada di dalam, sedang bebas demi hukum. Berarti batal demi hukum, meskinya tidak perlu ada banding.

Putusan banding terjadi pada bulan November 2011, juga tidak mencantumkan pasal 197 ayat 1 huruf k. Dan juga lebih parah lagi, yang diputus dan diadili bukan perkara saya, namanya bukan nama saya, nomor registernya bukan nomor register saya, tanggalnya juga berbeda, jenis perkaranya berbeda. Orang yg nama Ahmad ditulis Achmad pun tidak mau, masih bisa salah. Orang yang agamanya A ditulis B, juga tidak mau dan itu salah.

Putusan Mahkamah Agung (MA) terjadi pada November 2012. Putusan MA sama sekali tidak menyatakan Susno Duadji bersalah. Putusan MA tidak mencantumkan Susno Duadji dihukum sekian tahun atau sekian bulan atau sekian hari, bahkan sekian menit juga tidak. Putusan MA juga tidak memerintahkan Susno masuk penjara atau untuk ditahan, karena memang tidak ada hukumannya. Putusan MA, juga tidak memerintahkan untuk kembali pada putusan pengadilan sebelumnya, pengadilan tinggi atau pengadilan negeri. Putusan pengadilan adalah declaration tidak boleh ditafsirkan. Kalau Jaksa Agung tidak puas dengan Putusan MA silakan untuk melakukan upaya hukum sesuai prosedur dan ketentuan UU yang berlaku.

Kalau tidak juga menerima putusan Mahkamah Konstitusi silakan  lakukan upaya hukum. Saya tidak akan melakukan upaya hukum.

Kenapa?

Karena saya berpendapat bahwa putusan MA sudah saya terima. Putusan MK menyatakan bahwa pasal 197 ayat 1 huruf K putusan judicial review tidak berlaku surut kenapa? Karena sesuai pasal 147 uu MK dan sesuai pasal 28 huru D UUD 1945 untuk WNI dengan alasan apapun tidak bisa melakukan reproaktif terhadap suatu undang-undang ataupun putusan pengadilan.

Jadi, kalau Jaksa Agung atau aparat kejaksaan mengeksekusi saya, dan memasukan saya ke penjara perlu ditanyakan apa motivasinya. Apakah ada tekanan tertentu atau ada tujuan politik. Karena saya adalah calon.

Saya meminta kepada media pakailah fakta hukum yang benar. Kemudian pada kesempatan ini saya menghimbau kepada pejabat negara, janganlah menggunakan perkara saya untuk mencari popularitas.

Ada seorang Menko memerintahkan Kapolri, yang memerintahkan Jaksa Agung untuk mengeksekusi saya. Saya kira ini sudah amburadul hukum  di negara ini. Tugas seorang menteri tidak boleh mencampuri urusan peradilan. Beliau cukup mengimbau tegakan hukum seadil-adilnya. (ugo)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bebas Kebakaran Hutan, Desa di Riau Diberi Rp100 Juta