BUKITTINGGI - Santriwati asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, RN (16), ternyata bukan satu-satunya korban perampokan, pemerkosaan, dan pembunuhan yang dilakukan pria berinisial Wid atau WS (32). Ada seorang remaja perempuan lain yang juga diculik dan dibunuh pelaku.
Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat, kembali mengevakuasi satu jenazah pada Rabu, 1 Mei 2013, sore. Polisi membawa kantong jenazah berisi tengkorak manusia dan beberapa pakaian perempuan ke kamar jenazah RSUD Ahmad Mukhtar, Bukittinggi.
Kerangka manusia itu dievakuasi dari persawahan Lungguak Batu, Jorong Koto Gadang, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.
Wakapolres Bukittinggi, Kompol Arif Budiman, mengatakan, penemuan jasad korban berbarengan dengan proses autopsi terhadap jenazah RN sore kemarin.
”Korban kedua ini akan kami periksa dulu, termasuk dengan pelakunya akan kami kembangkan dulu. Hal yang ang pasti, autopsi jenazah RN sudah kami lakukan dan sekarang sedang dibuat berita acara hasil autopsinya. Nanti keterangannya akan kami sampaikan,” terang Arif, Kamis (2/5/2013).
Penemuan jenazah kedua itu sontak membuat kamar jenazah RSUD Ahmad Mukhtar dipenuhi warga. Mereka penasaran ingin mengetahui identitas korban.
Salah seorang pengunjung, Nelta Elvina, warga Kampung Caniago Tangah, Jorong Balai Badak, Nagari Batu Kambiang, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, mengaku kehilangan anak perempuannya sejak tiga bulan lalu.
(Anton Suhartono)