Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Banyak Utang, Ibu Penjual Ginjal Ini Takut Pulang ke Rumah

Rus Akbar , Jurnalis-Kamis, 15 Agustus 2013 |16:03 WIB
Banyak Utang, Ibu Penjual Ginjal Ini Takut Pulang ke Rumah
Ilustrasi penjualan organ tubuh
A
A
A

PADANG- Yuli, buruh cuci yang melelang ginjalnya untuk membayar utang, mengaku, tidak berani pulang ke rumah akibat banyak penagih utang kerap menyambangi rumahnya.

“Saya lagi di luar ini dan mencari siapa yang mau membeli ginjal saya ini. Saya tidak mau kembali ke rumah, saya takut dengan orang yang akan menagih utang kepada saya,” kata Yuli kepada Okezone, Kamis (15/8/2013).

Dia mengaku, utang sebesar Rp50 juta dinilai tidak cukup dengan pelunasan dari gaji buruh cuci. Apalagi sang suami, Erman, bekerja sebagai pedagang kulit kayu manis di pelabuhan. “Penghasilannya cuma cukup untuk biaya makan sehari-hari,” tuturnya.

Yuli menjelaskan, besarnya utang merupakan akumulasi bunga dari utangnya. Pinjaman itu digunakan untuk membeli beras dan keperluan sehari-hari tiga orang anaknya.

“Tenggat waktu yang diberi untuk melunasi hutang cukup lama, maka pinjamannya berbunga dan menumpuk hingga Rp50 juta,” terangnya.

Meski dinilai melanggar UU, Yuli bertekad untuk tetap menjual sebelah ginjalnya agar seluruh utangnya lunas.

“Saat ini lagi sedang jalan di sekitar kota Padang, siapa tahu ada yang besedia untuk membeli ginjal ini. Saya sudah takut sebab tenggat waktu bayar utang ini sudah dekat, sementara isi barang rumah tangga kami sudah habis terjual,” paparnya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement