Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kampanye Anti Rokok Pemerintah Kurang Berhasil

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 11 Januari 2014 |01:40 WIB
Kampanye Anti Rokok Pemerintah Kurang Berhasil
ilustrasi dok. okezone
A
A
A

JAKARTA - Upaya Pemerintah dalam mengkampanyekan anti rokok hingga kini memang belum berhasil menumbuhkan kesadaran masyarakat.
 
Terlebih, regulasi yang telah dibuat juga tak terlihat mumpuni. Menurut sastrawan, Seno Gumira Ajidarma, pemerintah dalam mengkampanyekan anti rokok itu bersifat mendua. Pasalnya, disatu sisi pemerintah mengingatkan bahaya tentang rokok, namun disisi lain juga menyuburkan industri rokok.
 
Untuk itu, kampanye anti rokok sudah tidak bisa melulu bergantung pada pemerintah melainkan juga dibutuhkan peran aktif dari masyarakat. Salah satunya, melalui film. Namun, tidak seperti film yang dibesut oleh Sutradara Darwin Nugraha bertajuk "Mereka yang Melampau Waktu".
 
Ia menyayangkan film yang semestinya bisa dijadikan ajang kampanye anti rokok, tetapi dikemas dalam argumen film yang tidak menekankan kritis sebab akibat dari para orang-orang yang bisa berumur panjang.
 
"Film ini kelemahannya pada argumen. Karena kurang kritis. Bukti-bukti yang diusung hanya berpatok pada orang-orang tua. Kurang menjelaskan sebab para orang tua itu tetap sehat dan berumur panjang. Dari judul
film ini dilematis,” katanya Seno menanggapi film “Mereka yang Melampaui Waktu” besutan sutradara muda, Darwin Nugraha, di Jakarta, Jumat (10/1/2014).
 
Sementara itu, ditambahkan sastrawan Yusi Avianto, semua orang harus disadarkan dengan dampak dari bahaya rokok, dan menganulir pandangan bila rokok bisa mengalirkan insipirasi bagi pemakainya. Tetapi, film ini justru sebaliknya. Dimana, mengangkat narasi orang-orang dinusantara yang panjang umur karena merokok, dan pecandu kopi.
 
“Rokok sangat dahsyat bagi beberapa orang. Dapat mempengaruhi kebiasaan orang-orang secara kuat. Tapi apabila dikatakan bahwa rokok dapat mengalirkan inspirasi itu omong kosong. Tidak benar bahwa semakin banyak merokok, seorang penulis, misalnya, akan tambah produktif," ujarnya.
 
Untuk diketahui, Darwin membesut film yang bertolak belakang dengan anti kampanye rokok yang tengah digalakkan. Ia menilai kampanye anti rokok sangat masif, karena kenapa hanya rokok dikampanyekan untuk dilawan, sedangkan pestisida tidak ikut dikampanyekan, begitu juga dengan minuman keras.

(Catur Nugroho Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement