Image

Hai, Mahasiswa, Yuk Bangun Kesadaran Politik!

Mahasiswa harus membangun kesadaran berpolitik yang sehat. (Foto: Yudhi M/Okezone)

Mahasiswa harus membangun kesadaran berpolitik yang sehat. (Foto: Yudhi M/Okezone)

BOGOR - Sebagai garda terdepan dalam perubahan, sudah menjadi kewajiban mutlak bagi mahasiswa untuk mengawal keberlangsungan demokrasi agar tercipta kondisi politik yang sehat. Salah satu caranya dengan membangun kesadaran berpolitik dari tiap individu mahasiswa.

Untuk itu, Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan lembaga riset politik, Pol Tracking menggelar dialog kebangsaan sebagai wujud komitmen dalam mendorong hadirnya pemimpin-pemimpin terbaik bangsa. Tokoh politik yang hadir pada dialog kebangsaan ini antara lain Ali Masykur Musa, Endriartono Sutarto, Isran Noor dan Syahrul Yasin Linpo.

Presiden Mahasiswa IPB, Diki Saefurohman mengatakan, kehadiran mahasiswa memiliki peran sentral dalam proses seleksi pemimpin yang berkualitas. "Kampus harus memainkan peran sentralnya sebagai medium di mana gagasan-gagasan kebangsaan muncul," kata Diki kepada Okezone, Sabtu (8/3/2014).

Diki mengimbuhkan, dialog kebangsaan ini bertujuan untuk membangun kesadaran politik di kalangan civitas akademika, khususnya mahasiswa agar lebih memahami dinamika politik serta permasalahan bangsa secara utuh. Dia menganggap, para tokoh politik yang hadir mampu menghadirkan gagasan yang konkret bagi perbaikan Indonesia ke depan.

"Karena IPB merupakan kampus yang identik dengan pertanian, kami ingin melihat para tokoh yang hadir mampu mengolaborasi visi ke depan menyangkut isu pertanian," tegasnya.

Sementara itu, Manajer Program Pol-Tracking, Agung Baskoro mengatakan dialog kebangsaan ini untuk melakukan pendidikan publik khususnya mahasiswa. "Kami ingin terlibat dengan menjadikan upaya ini sebagai salah satu cara publik menguji kualitas para tokoh bangsa," ungkapnya.

Diharapkan, kehadiran para tokoh politik dalam dialog kebangsaan ini dapat menambah referensi publik dalam menghadipi pemilu yang tinggal menghitung hari. Dialog kebangsaan ini telah dilaksanakan di 14 kampus ternama di seluruh Indonesia. Tokoh-tokoh yang hadir merupakan hasil penyaringan sejumlah riset dan survei yang dilakukan oleh Pol-Tracking Institute.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x