JAKARTA - Sebagai negara yang berdasarkan geografisnya berada di antara dua lempeng benua, Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana yang cukup tinggi. Maka dari itu, kebijakan pembangunan selayaknya disesuaikan dengan kondisi alam guna meminimalisir korban serta kerugian ketika terjadi bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menilai kegiatan yang berkaitan dengan antisipasi sebelum terjadi bencana belum menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan. Bahkan, kata dia, langkah pencegahan seringkali dianggap beban.
"Masih belum mainstream, dan malah dianggap beban," ujar Sutopo di kepada Okezone, Selasa (28/7/2015).
Padahal, lanjut Sutopo, jika pemerintah bisa menerapkan pertimbangan potensi bencana dalam kebijakan pembangunan, maka bisa menjadi investasi jangka panjang. Di daerah rawan longsor misalnya, jika pembangunan talud (tumpukan batu menyerupai tebing yang fungsinya menahan air) dilakukan sejak dini maka akan mampu menjaga roda perekomian untuk terus berjalan.