PARIS – Maskapai Prancis, Air France mendapat kritik dari aktivis Israel karena tidak mencantumkan Negara Zionis itu serta kota-kota besarnya dalam peta penerbangan mereka. Meski nama Israel tidak tercantum di sana, namun Tepi Barat dan Jalur Gaza terlihat ditunjukkan dalam peta.
Penumpang pesawat maskapai Air France dapat mengetahui lokasi mereka dalam penerbangan dengan melihat peta yang tersedia di tempat duduk mereka. Keluhan mengenai absennya nama Israel dalam peta tersebut disampaikan oleh penumpang Air France itu segera mendapat perhatian dari kelompok aktivis pro-Israel Stand With US.
“Tampaknya, Air France menghapus Israel/Tel Aviv dari peta penerbangan, meski Tel Aviv merupakan salah satu tujuan resmi mereka. Bahkan, mereka mencantumkan Tepi Barat dan Jalur Gaza meskipun keduanya bukan tujuan pesawat Air France,” tulis kelompok itu dalam laman Facebook-nya sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (4/8/2015).
Pihak Air France berkilah bahwa hal itu hanyalah sebuah kesalahan teknis yang terjadi karena skala peta dan masalah tampilan peta. Maskapai pelat merah Prancis itu menjelaskan bahwa masalah tersebut sedang dalam proses perbaikan.
Kejadian ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Pada 2009, nama Israel juga lenyap dari peta penerbangan beberapa pesawat maskapai Inggris, BMI. Kejadian itu dilaporkan didasari usaha BMI untuk tidak menyinggung perasaan penumpangnya yang beragama Islam, sebagai gantinya peta perjalanan mereka menunjukkan arah dan jarak menuju ke kota suci umat Muslim, Mekah, meskipun tuduhan itu dibantah oleh BMI yang segera melayangkan permintaan maaf.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.