Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terorisme Harus Dikeroyok Bersama-sama

Mohammad Saifulloh , Jurnalis-Selasa, 29 September 2015 |23:45 WIB
Terorisme Harus Dikeroyok Bersama-sama
Ilustrasi (Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Terorisme adalah momok paling menakutkan bagi perdamaian dan kemakmuran umat manusia. Untuk itu, terorisme harus dikeroyok bersama-sama tanpa melihat agama, golongan, suku, dan bangsa. Itu adalah benah merah yang dipetik dari launching buku 'Islam dan Terorisme' di Gedung Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

"Sesuai dengan judulnya yaitu Islam dan Terorisme: Antara Imajinasi dan Kenyataan buku ini sangat bagus untuk memancing imajinasi dan semangat keilmuan para ahli dari berbagai bidang di Indonesia untuk memperbanyak tulisan terkait pencegahan terorisme. Ini adalah bagian dari kontra narasi dari empat kontra yang kami canangkan dalam mencegah terorisme dan kekerasan yaitu kontra radikal, kontra ideologi, kontra narasi, dan kontra propaganda," ujar Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris MA yang menjadi keynote speaker di acara ini.

Dari apa yang sudah dibaca dari buku ini, Irfan menggarisbawahi halaman 136 yang mewakili kata imajinasi dan halaman 172 yang mewakili kenyataan.Menurutnya halaman 136 itu tercantum Al Quran ayat 173. Artinya adalah pemahaman tentang khilafah atau pemerintahan. "Di Indonesia khilafah yang benar itu republik karena kita disuruh membentuk pemerintahan dengan bersatu dalam perbedaan, berbeda dalam persatuan. Itulah yang dilakukan Rasululloh SAW saat membentuk konstitusi Madinah," ungkap Irfan Idris.

Salah satu penulis buku Islam dan Terorisme, Kolonel (Mar) Werijon yang juga Kasubdit Resosialisasi dan Rehabilitasi BNPT mengungkapkan, dalam buku ini mengandung pesan tentang bagaimana merebut hati dan pikiran para mantan pelaku terorisme yang kini mendekam di tahanan. Ia yakin seluruh masyarakat Indonesia dari lubuk hati paling dalam tidak ingin berbeda ideologi dan cara pandang. Apalagi itu menjadi tidak biasa karena perbedaan itu justru jadi jurang pemisah.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement