Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pembunuhan Salim Kancil, Momentum Reformasi Agraria

Syamsul Anwar Khoemaeni , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2015 |07:07 WIB
Pembunuhan Salim Kancil, Momentum Reformasi Agraria
Tabur bunga di foto aktivis petani yang jadi korban pembunuhan, Salim Kancil. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Tewasnya Salim Kancil, aktivis petani di Lumajang, Jawa Timur, merupakan salah satu dari 86 korban kasus lahan yang sebagian digunakan untuk pertambangan. Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) memaparkan, sejak 2014 tercatat adanya perampasan tanah rakyat oleh negara dan perusahaan seluas 2.860.977 hektare.

"Kasus Lumajang merupakan persoalan agraria, dan sepanjang 2014 kami mencatat adanya perampasan lahan sejumlah itu. Jika dirata-rata, perampasan tanah rakyat terjadi pada 0,1hektare per detik di seluruh Indonesia," ujar Kepala Departemen Penguatan Organisasi Rakyat KPA Kent Yusriansyah kepada Okezone, Selasa (6/10/2015).

Ia menambahkan, akar masalah konflik agraria adalah belum dilaksanakan pembaruan agraria oleh pemerintah. Penyebab lain munculnya konflik ialah liberalisi di sektor agraria seperti tanah, air dan segala isi bumi dan di atasnya untuk kepentingan investor.

Sebab itu, ia mendesak agar pemerintah menjadikan kasus pembunuhan Salim Kancil sebagai momentum reformasi agraria.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement