PYONGYANG – Anak-anak Korea Utara (Korut) dicuci otaknya sejak baru lahir hingga mengenyam pendidikan demi mendukung pimpinan tertinggi Korut Kim Jong-un. Informasi ini disampaikan oleh warga Australia yang melakukan penelitian di negara tersebut.
Christopher Richardson, mahasiswa doktoral Universitas Sydney, mengatakan bahwa anak-anak Korut telah diajari untuk membenci Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Korea Selatan, serta untuk memuja pimpinan tertinggi Korut, semenjak mereka mengenyam pendidikan di bangku taman kanak-kanak.
Mahasiswa doktoral tersebut meneliti cara negara memonopoli pendidikan dan kultur dari anak-anak, juga mengontrol lagu, film dan permainan yang mereka bisa dengar dan nikmati. Namun, Christopher juga memberikan argumen bahwa Partai Komunis perlahan kehilangan pengaruhnya, karena didapati fakta bahwa banyak anak-anak yang secara ilegal menonton film Disney.
“Ketika anak-anak lahir, kata pertama yang terus diajari adalah untuk memuja keluarga Kim,” kata Christopher, sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (19/10/2015).
“Ketika mengenyam pendidikan di taman kanak-kanak, mereka diajari untuk membenci AS, Jepang, dan Korsel. Masa kanak-kanak di Korut adalah masa dimulainya doktrin terhadap kesadaran mereka mengenai ideologi, nasionalisme, serta referensi mengenai Kim Il Sung, Kim Jong Il, dan Kim Jong-un,” tambah Christopher.
(Hendra Mujiraharja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.