MANOKWARI – Angka kekerasan terhadap perempuan di Kota Sorong, Papua Barat selama semester I tahun 2015 mencapai 57 kasus.
"Angka kekerasan tersebut sangat tinggi dan memprihatinkan bila dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Papua Barat," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sorong, Miryam Isir di Sorong, Minggu (25/10/2015).
Miryam mengatakan, kekerasan terhadap perempuan di Kota Sorong, 70 persen adalah kekerasan fisik yang sebagian besar korbannya ibu rumah tangga. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kekerasan fisik terhadap perempuan di Kota Sorong adalah minuman keras.
Selain itu, maraknya tempat prostitusi juga merupakan salah satu faktor penyebab kekerasan terhadap perempuan di Kota Sorong, terutama kekerasan dalam rumah tangga.