Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahasiswa Papua Tertembak Pemicu Bentrokan di Bundaran HI

Fiddy Anggriawan , Jurnalis-Selasa, 01 Desember 2015 |14:14 WIB
Mahasiswa Papua Tertembak Pemicu Bentrokan di Bundaran HI
Demo Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Polisi (foto: Dede Kurniawan/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bentrokan yang terjadi antara ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan jajaran kepolisian di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat dipicu adanya aksi penembakan.

Ketua Umum AMP, Jefry Wenda mengatakan, sekira 150 orang mahasiswa terlibat bentrokan dengan kepolisian saat upanyanya menggelar aksi damai dihadang. Tak hanya itu, menurutnya bentrok juga disebabkan karena adanya satu rekan mereka yang terkena tembakan peluru karet polisi saat melakukan penghadangan yang berujung bentrok

"Sekira 150 orang dari kami terlibat bentrok di Jalan Thamrin karena kawan kami ada yang ditembak peluru karet hingga terluka atas nama Nico Suhun," ungkap Jefry kepada Okezone, Selasa (1/12/2015).

Jefry menambahkan, usai bentrok semua anggota AMP langsung ditangkap dan diangkut ke Polda Metro Jaya. "Total 170 orang dibawa ke Polda Metro Jaya. Kami diancam untuk dibubarkan, kalau tidak menyelesaikan unjuk rasa," tuturnya.

Saat disinggung apakah aksi unjuk rasa yang digelar AMP sudah mengantongi izin dari kepolisian, Jefry dengan tegas menjawab sudah mendapat izin. Pasalnya, bentrokan terjadi karena massa yang menggelar aksi tak mengantongi izin dari pihak kepolisian.

"Kamis sudah buat pemberitahuan ke Polda Metro Jaya, kemudian ke Kapolres Jakarta Pusat hingga ke polsek," tukasnya.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement