SUKOHARJO - Sejumlah aktivis antinarkoba di Sukoharjo, punya cara unik dalam memperingati Hari AIDS Sedunia. Mereka membawa dua ular dan dua ekor buaya untuk diserahkan ke Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo.
Pemberian reptil itu sebagai bentuk dukungan terhadap rencana lembaga yang dipimpin Komjen Pol Budi Waseso, menaruh buaya ganas di penjara khusus para pengedar narkoba.
Salah satu mantan pecandu psikotropika yang kini menjadi Koordinator LSM Antinarkorba Mitra Sebana, Garis Subandi mengatakan, selain seks bebas, penggunaan psikotropika memiliki andil dalam penyebaran HIV.
Garis menerangkan, jumlah penderita HIV meningkat signifikan sejak 2009. Dari yang semula 16 orang menjadi 250 penderita. "Jumlahnya terus meningkat kini mencapai 250 penderita di Sukoharjo," ujar Garis, Selasa (1/12/2015).
Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya terjangkit pada anak-anak. Sedangkan jumlah penderita yang sudah meninggal sebanyak 39 orang. Untuk penyebaran penyakit itu pada pengguna narkoba, terbanyak melalui jarum suntik.
Dia menerangkan, terjadi perubahan orang yang terjangkit saat ini. Bila terdahulu ibu rumah tangga yang banyak terkena HIV/AIDS, sekarang ini penderita terbanyak adalah penyuka sesama jenis.
"Dari jumlah penderita Aids yang kita temukan itu, 50 persen penderitanya adalah Gay," pungkasnya.
(Risna Nur Rahayu)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.