BENGKULU - Material longsor yang menutupi jalan rel motor lori ekspres (Molek) atau kereta api mini di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, membuat ribuan masyarakat di wilayah itu terancam kelaparan.
Kepala Desa Lebong Tandai, Munta Alimun mengatakan, jalan alternatif menuju desa tidak ada sama sekali. Sementara, stok bahan pokok milik warga diperkirakan hanya bertahan beberapa hari ke depan.
''Material longsor belum bisa dibersihkan. Kalau menungggu material dibersihkan tentunya bahan pokok milik warga sudah habis,'' kata Munta, saat dihubungi Okezone, Rabu (2/12/2015).
Munta mengatakan, saat ini, warga tidak dapat keluar dari desa, begitu juga sebaliknya.
''Longsor juga membuat rel molek jatuh ke jurang. Ini tentunya membuat akses jalan menuju desa semakin tidak bisa dilalui,'' jelas Munta.
Kondisi longsor di Lebong Tandai tahun ini, jelas Munta, merupakan longsor terparah yang pernah terjadi. Sebab, titik longsor terdapat di tiga titik dengan material longsor yang cukup tebal.
''Longsor tahun ini yang terparah. Kita sudah meminta pemerintah agar dapat mencari solusi terbaik agar material longsor bisa dibersihkan,'' pungkas Munta.
(Fransiskus Dasa Saputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.