JAKARTA - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, pelaku bom Sarinah dan penembakan Kafe Starbucks termasuk dari 100 warga negara Indonesia (WNI) yang pernah berada di Suriah. Mereka baru kembali ke Indonesia pada November 2015 lalu.
"Ya ada bagian dari itu (alumni Suriah)," kata Luhut di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2016).
Saat itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso memang sudah memperingati masyarakat waspada atas pergerakan 100 WNI alumni Suriah tersebut. Aparat pun terus memonitor pergerakan mereka.
Luhut menambahkan, diantara pelaku ada yang pernah ditahan. Setelah dilepaskan, mereka ternyata ikut dalam aksi bom bunuh diri."Kenapa saya tidak buka semua (identitas pelaku) tadi itu demi kepentingan dari operasi yang dilakukan teman-teman polisi," sebutnya.
Untuk yang pernah ditahan itu, lanjutnya, pemerintah sudah punya program deradikalisasi. Meskipun Luhut mengakui, mengatasi sebuah ideologi yang berkembang tidaklah mudah. "Namanya ideologi ya tidak gampang, kita jangan menggampangkan,"pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.