JAKARTA - Teror bom di Kawasan Sarinah kemarin memang masih melekat dalam ingatan warga Jakarta. Namun Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bersyukur masyarakat Indonesia lebih berani dalam menghadapi teror bom daripada warga negara lain.
Jika di negara lain ancaman bom membuat orang lari kocar-kacir, di Jakarta justru berbeda. JK bilang, masyarakat Jakarta malah melakukan hal yang berlawanan, contoh pada saat terjadi baku tembak, bukannya lari, masyarakat justru menyaksikan aksi tersebut.
"Coba lihat ditempat lain ada bom orang berlarian, justru di Jakarta orang tidak takut," kata JK dalam pertemuan tahunan pelaku industri keuangan 2016, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Dia menilai, sikap yang ditujukan masyarakat kemarin mencerminkan keberanian dan keyakinan warga Indonesia sangat tinggi. Masyarakat tidak takut meskipun ada ancaman bom dari teroris.