JAKARTA - Pasukan khusus Inggris, Special Air Service atau SAS, dengan menyamar mengenakan burqa (pakaian yang menutup seluruh tubuh perempuan), menggerebek sebuah bunker di jantung pertahanan kelompok militan ISIS di Raqqa, Suriah, untuk membunuh seorang militan yang digadang-gadang sebagai pengganti “Jihadi John”.
Laman WorldNetDaily.com melaporkan, sasaran serangan SAS itu adalah Siddhartha Dhar yang juga dikenal dengan nama Abu Rumaysah.
"Sasaran utama mereka adalah orang yang digelari 'Jihadi John' baru. Dia ada di puncak daftar bunuh," kata seorang sumber intelijen seperti dikutip laman WorldNetDaily.com.
Sebuah unit kecil pasukan khusus beranggotakan delapan serdadu masuk ke garis belakang pertahanan ISIS di Raqqa belum lama bulan ini.
Menyamar dengan mengenakan burqa, kedelapan serdadu ini berlagak sebagai istri-istri para anggota militan ISIS untuk mendekati Siddhartha Dhar yang dianggap sebagai target bernilai sangat tinggi.
The Express melaporkan Senin lalu bahwa para militan ISIS kebingungan saat serdadu-serdadu dari pasukan operasi khusus Inggris ini membuka burqa mereka dan memuntahkan peluru dari senapan mereka.
Sebuah drone Reaper milik AS yang November tahun silam membunuh Jihadi John, membantu para serdadu SAS ini dengan rudal Hellfire yang sangat akurat.