Pasukan lokal anti-ISIS turut membantu memasukkan delapan tentara pasukan elite Inggris itu ke sebuah daerah yang sudah ditandai pesawat pengendali misi AWACs milik Angkatan Udara AS.
"Orang-orang bersenjata menghentikan semua orang di jalan-jalan, membariskan mereka menghadap tembok dan mengancam membunuh siapa pun yang membantu 'para mata-mata' itu," kata seorang sumber kepada Daily Star, Minggu (17/1/2016) waktu setempat.
Siddhartha Dhar atau Abu Rumaysah meninggalkan London pada September 2014 setelah dibebaskan dengan jaminan atas tuduhan menganjurkan terorisme.
"Gegabah sekali sistem keamanan Inggris dengan membiarkan saya dengan mudah meninggalkan Eropa menuju ISIS,” cuit dia setelah berhasil terbang ke Paris, seperti dilaporkan BBC 4 Januari silam.
Rumaysah menjadi “Jihadi John” baru setelah alat propaganda ISIS yang terkenal kejam, Mohammed Emwazi atau Jihadi John, dibunuh oleh drone pasukan koalisi di Raqqa November tahun lalu.
(Rahman Asmardika)