JOMBANG - Tanpa alas kaki, ia menyusuri jalan setapak yang penuh lumpur itu. Tak ada rasa jijik. Wajah mungil tak berdosa yang telah menanti, menjadi roda penggerak langkah kakinya. Hanya satu tujuan dalam hati, ia harus tiba secepatnya. Sebelum hujan kembali mengguyur.
Sudah lebih satu kilometer, Nurul Indrawati berjalan. Dihadapannya, tiga aliran sungai menantinya untuk ditaklukkan. Batuan lincin sering kali nakal dan membuat telapak kakinya terpeleset. Namun, Nurul sudah hafal betul dengan candaan mereka. Sebab, sudah 15 tahun ini, ia selalu menyusuri jalanan itu.
Selepas menyebrangi sungai, Nurul harus kembali mengayunkan langkah. Setapak demi setapak ia susuri tanpa mengeluh. Masih tiga perempat perjalanan lagi yang harus ditempuhnya untuk tiba di tempat ramah itu. Yakni di Dusun Nampu, Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang.