Meski demikian, lanjut Nurul, perjuangan berat itu terbayar lunas saat ia melihat senyum warga dan balita di Dusun Nampu. Terlebih lagi, jika para balita di tempat itu bisa tumbuh baik dan rutin mendapatkan jatah imunisasi yang diberikan pemerintah melalui dirinya.
"Selain itu, banyak pengalaman, diantaranya semua kasus persalinan disini itu hampir semuanya saya yang menangani dan pengalaman seperti itu belum tentu didapatkan oleh orang lain,” ungkapnya.
Bagi Nurul, menjadi tenaga pelayanan kesehatan masyarakat yang bertugas di daerah terpencil diyakininya sebagai tanggung jawab sosial yang senantiasa melekat pada dirinya. Sekaligus, sebagai kesetiaan terhadap sumpah jabatan sebagai tenaga medis.
”Dalam sumpah janji bidan itu, dari awal sudah siap ditempatkan dimanapun. Jadi menurut saya, bekerja dimanapun itu sama saja, yang penting niatnya,” tandasnya.
(Awaludin)