Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sebarkan Islam, Wali Songo Hadapi Pribumi Kanibal

Taufik Budi , Jurnalis-Jum'at, 06 Mei 2016 |16:14 WIB
Sebarkan Islam, Wali Songo Hadapi Pribumi Kanibal
Ilustrasi Islam di Tanah Air. (Foto: Okezone)
A
A
A

DEMAK - Penyebaran Agama Islam di nusantara tak lepas dari peran Wali Songo yang melakukan pendekatan kultural di tanah Jawa. Apalagi kala itu, penduduk Jawa dikenal paling susah menerima ajaran Islaa karena telah punya paham Bhairawa Tantra.

"Sekira 674 Masehi, di Jawa sudah ada Kerajaan Kalingga yang dipimpin Ratu Shima. Wilayah kekuasaannya dari Jepara hingga Dieng. Banyak penduduknya menjadi penganut Bhairawa Tantra, yakni paham yang percaya bahwa mengumbar hawa nafsu dapat mengantarkannya ke nirwana (surga)," kata penulis Buku "Imperium Kasultanan Demak Bintoro", Kholidul Adib, kepada Okezone, Jumat (6/5/2016).

Dia menyebutkan, aliran kepercayaan itu bukan merupakan sempalan dari penganut ajaran Hindu dan Budha. Meski demikian, jumlah mereka terus bertambah dan ajarannya berkembang pesat di masyarakat. Aliran tersebut juga tertutup pada pendatang yang membawa ajaran baru.

"Jika ada orang baru, langsung dimakan untuk ritual mereka. Darahnya diminum, dagingnya dimakan. Hal ini yang mengakibatkan ajaran baru sulit masuk ke Jawa, karena orang-orangnya dikenal sangat sakti," kata pria yang kini menempuh gelar doktor di UIN Walisongo tersebut.

Aliran tersebut kebalikan dari ajaran Hindu yang menyatakan, untuk mencapai nirwana, manusia harus meninggalkan sisi keduniawian. Mereka menolak menyembah langit atau Tuhan untuk mencapai nirwana dan memilih menyembah Dewi Bumi.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement