Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ulama Ghana: Kaum Gay Penyebab Gempa Bumi

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 28 Mei 2016 |23:02 WIB
Ulama Ghana: Kaum <i>Gay</i> Penyebab Gempa Bumi
Ulama Ghana salahkan kaum {gay} sebagai penyebab gempa bumi. (Foto: Getty Images)
A
A
A

ACCRA – Ulama dari komunitas Muslim Zongo konservatif di Ghana, Mallam Abass Mahmud menyalahkan kaum gay sebagai penyebab bencana alam, seperti gempa bumi.

“Allah terganggu ketika para pria terikat dalam satu hubungan seksual, dan hubungan yang menjijikan semacam itu dapat mengakibatkan gempa bumi,” serunya, seperti dilansir dari Metro, Sabtu (28/5/2016).

Pernyataan tersebut disinyalir merupakan rentetan dari aksi warga Zongo, tetangga terdekat Ghana, mengusir paksa kaum LGBT dari rumah mereka karena dianggap menjadi penyebab meningkatnya kekerasan di negara tersebut.

“Apa menurut kalian, kita harus membiarkan hal memalukan seperti ini berlanjut di komunitas kita. (Padahal tindakan mereka, jelas-jelas) berlawanan dengan ajaran suci kita? Tentu tidak, dan kita akan dengan senang hati mengusir para idiot itu dari tengah-tengah kita,” tandasnya.

Homoseksual diketahui memang masih tergolong ilegal di Ghana. Orang dewasa yang ketahuan berorientasi seksual menyimpang dan memiliki pasangan sesama jenis, bisa dikenai hukuman penjara paling lama tiga tahun.

Sebelum Mahmud, pendeta asal Amerika Serikat (AS) Cindy Jacobs juga pernah menyalahkan kaum LGBT atas kematian para burung dan ikan serta tragedi tsunami di Jepang bagian timur pada 2011. Pada tahun yang sama, Rabi ultrakonservatif Ortodoks, Yehuda Levin menuding kaum gay sebagai penyebab gempa bumi yang melanda Pantai Timur AS.

(Silviana Dharma)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement