MANILA – Senator Filipina Leila de Lima merasa terpojok dengan tuduhan yang dilayangkan orang nomor satu di negaranya. Presiden Rodrigo Duterte terus mencak-mencak di media soal keterlibatan rival politiknya itu dalam transaksi jual beli narkoba. Saking kesalnya, mantan Wali Kota selama 22 tahun itu sampai menyebut de Lima perempuan jalang.
Sebutan itu sangat disayangkan de Lima, karena bisa-bisanya kata-kata sekasar itu keluar dari mulut seorang kepala negara. Ia pun menuding balik Duterte sedang berupaya melakukan pembunuhan karakter terhadapnya. Mantan Ketua Komnas HAM Filipina itu pun memohon kepada awak media untuk memberinya ruang membela diri.
(Baca juga: Duterte Tantang Senator Filipina Buktikan Diri Tidak Bersalah)
“Anda adalah seorang presiden. Saya hanya senator,” tukas de Lima, seperti disadur dari The Inquirer, Jumat (19/8/2016).
De Lima dituduh telah memanfaatkan sopirnya sebagai kurir untuk menerima uang hasil penjualan narkoba. Lalu memakainya untuk dana kampanye. Duterte bahkan siap membawa saksi mata untuk membuktikan ucapannya itu.