NEW YORK – Pada pidato terakhirnya di Sidang Majelis Umum PBB, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan banyak negara kaya yang kurang memberikan kontribusinya untuk membantu para pengungsi. Obama juga meminta semua negara untuk bersatu demi membantu para pengungsi.
Pada pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB yang diadakan di New York, AS, Presiden Negeri Paman Sam itu membahas beberapa hal. Ia menyadari kekerasan berbasis agama di Timur Tengah masih terasa sulit untuk dihentikan sepenuhnya.
“Jika kita jujur, kita tahu tidak ada kekuatan eksternal yang mampu memaksa perbedaan di masyarakat beragama atau masyarakat etnis untuk hidup bersama (secara damai) dalam jangka waktu yang lama,” ujar Obama terkait isu di Timur Tengah di Sidang Umum PBB, sebagaimana dikutip dari Belfast Telegraph, Rabu (21/9/2016).
Kekerasan sektarian di Timur Tengah memang sangat berkaitan dengan gelombang imigran yang berdatangan ke Eropa dan menyebabkan terjadinya krisis pengungsi. Pasalnya, rata-rata para pengungsi yang datang ke Eropa berasal dari negara-negara yang keadaannya kacau akibat perang.
“Banyak negara yang saat ini melakukan hal tepat. Namun, banyak negara yang khususnya diberkahi kekayaan dan keuntungan secara geografis dapat melakukan hal yang lebih (berkontribusi lebih) untuk membantu (para pengungsi),” pekik Obama.
PBB memperkirakan terdapat lebih dari 21,3 juta imigran yang terpaksa meninggalkan negara mereka demi menghindari perang atau penganiayaan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.