Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Badai Matthew Bergerak ke Jamaika Masuk Kategori Ekstrem

Silviana Dharma , Jurnalis-Sabtu, 01 Oktober 2016 |08:49 WIB
Badai Matthew Bergerak ke Jamaika Masuk Kategori Ekstrem
Badai Matthew. (Foto: Terpic.ru)
A
A
A

KINGSTON – Badai Matthew yang berpusar di sekitar Laut Karibia tengah bergerak ke Jamaika dalam kategori yang sangat ekstrem (kategori 4). Dari yang awalnya hanya diprediksi akan menerjang kawasan timur saja, badai tersebut pada Jumat 30 September waktu setempat menunjukkan tanda-tanda akan menyelubungi hingga seluruh daratan.

Peringatan ini disebut-sebut membuat warga Jamaika berdebar-debar was-was. Apalagi setelah Badan Meteorologi Nasional menyampaikan waktu kedatangan badai itu ialah Sabtu ini. Badai Matthew kategori empat akan membawa bersamanya, curah hujan tinggi 25-38 sentimeter yang dapat memicu banjir dan longsor, dengan angin kencang berkecepatan 242 kilo per jam. Intensitas badai lebih besar daripada Badai Gilbert yang menghancurkan seluruh daratan pada September 1988.

“Kami menanggapi serius badai ini. Sekarang kami semua sedang sangat waspada,” ujar Direktur Badan Meteorologi Nasional, Evan Thompson, seperti disitat dari ABC, Sabtu (1/10/2016).

Perdana Menteri Andrew Hollnes mengadakan rapat darurat untuk mendiskusikan persiapannya bersama anggota parlemen. Guna mengantisipasi dampak badai, Pusat Operasi Darurat Nasional di Jamaika telah dioperasikan kembali. Sementara para pedagang diminta untuk membersihkan rak dagangan mereka dan menyimpannya di tempat yang aman sebagai pasokan darurat selama badai dan pascabadai.

“Saya meninggalkan pekerjaan saya untuk mencari beberapa barang yang akan sangat penting untuk menghadapi badai nanti, seperti lilin, makanan kalengan dan roti,” tutur seorang warga di pusat perbelanjaan ibu kota, Angella Wage (41).

Kingston, Ibu Kota Jamaika terletak di bagian paling tenggara diperkirakan akan menjadi kawasan yang paling terdampak oleh badai. Seluruh warga diminta bersiap untuk banjir bandang. Selain Jamaika, negara yang berbatasan dengannya, seperti Haiti dan Republik Dominika juga kemungkinan akan terkena imbasnya.

Pada Rabu 28 September, Badai Matthew telah menewaskan sedikitnya satu orang ketika memasuki Karibia. Korban dikonfirmasi berasal dari St Vincent, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang terhantam batu besar saat mencoba melancarkan saluran air yang mampat. (Sil)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement