Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Seorang Napi Tolak Grasi yang Diberikan Obama

Emirald Julio , Jurnalis-Sabtu, 15 Oktober 2016 |05:42 WIB
Seorang Napi Tolak Grasi yang Diberikan Obama
Foto Arnold Ray Jones, sang napi yang menolak grasi dari Obama (Foto: USA Today)
A
A
A

BEAUMONT - Seorang napi yang diberikan grasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengambil langkah yang membuat banyak pihak kebingungan. Pasalnya Arnold Ray Jones menolak grasi dari sang presiden.

Ketika Obama mengumumkan sebuah program yang memberikan grasi eksekutif untuk para napi narkoba yang mendekam lama di penjara, Jones mengikuti langkah yang juga diambil oleh lebih dari 29 ribu napi narkoba federal lainnya. Ia mengajukan grasi itu.

Namun, ketika grasi itu tiba pada 3 Agustus, entah mengapa Jones malah menolaknya. Sebagaimana dikutip dari USA Today, Sabtu (15/10/2016) penolakan Jones ini memiliki hubungan dengan rangkaian syarat penerimaan grasi, dalam kasus Jones adalah ia harus mendaftarkan diri untuk mengikuti residential drug treatment program serupa dengan rehabilitasi di penjara.

Setidaknya, 92 napi yang menerima grasi Obama menerima syarat tersebut dan hanya Jones yang menolaknya. Padahal jika Jones menerima syarat tersebut, ia akan bebas dalam waktu dua tahun.

Penolakan ini mulai terungkap pada pekan lalu tepatnya ketika Obama meringankan hukuman lebih dari 102 tahanan federal. Maka dengan 102 tahanan ini, sudah ada 775 tahanan yang mendapatkan grasi dari Obama, namun Gedung Putih menyatakan hanya ada 774 yang sepenuhnya diterima (minus Jones).

Gedung Putih dan Departemen Peradilan AS menolak untuk memberikan detail penolakan Jones. Namun, terdapat indikasi penolakan ini dikarenakan Jones pernah mengikuti program rehabilitasi serupa di masa lalu dan hal tersebut gagal, sehingga ia tidak ingin mengikuti program itu lagi.

(Emirald Julio)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement