Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FOKUS: Nyawanya Terancam, Akankan Ahok Tetap Nekat Blusukan?

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 03 November 2016 |21:03 WIB
FOKUS: Nyawanya Terancam, Akankan Ahok Tetap Nekat <i>Blusukan</i>?
Petahana Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan (Foto: Antara)
A
A
A

MULUTMU, harimaumu. Dua pelajaran dialami Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), atas sejumlah pernyataan-pernyataan kontroversialnya, saat berkampanye di dua kawasan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat lalu.

Kita bisa bilang bahwa Jakarta sudah lebih maju dengan beberapa gebrakan Ahok, pasca-menggantikan Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Namun setiap pemimpin harus bisa jadi contoh dengan bersikap santun.

Tapi sayangnya kata-kata yang keluar dari mulut Ahok atas beberapa protes terkait kebijakan atau sejumlah isu, ditanggapi sinis, pedas dan bahkan menerobos “garis merah”. Seperti pernyataannya di Kepulauan Seribu yang melecutkan kemarahan umat Islam.

Kala itu, Ahok menyinggung soal Surah Al Maidah Ayat 51 dan sontak, sejumlah ormas Islam melaporkannya ke polisi. Kasus ini turut mengundang massa yang akan berdemo besar-besaran pada Jumat 4 November besok.

Isu ini sebenarnya masuk ranah pidana, tapi dalam dua kali blusukan-nya dalam rangka kampanye, Ahok justru kena batunya – ditolak oleh warga di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan dan Rawa Belong, Jakarta Barat.

Penolakan yang pertama dialaminya di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Agenda blusukan Ahok pada Senin 31 Oktober lalu, berubah jadi kacau dan tak bisa dilakukan hingga rampung, karena sejumlah warga menolak kehadiran Ahok.

Alasannya, warga yang berdemo dengan mengatasnamakan Forum Warga Lenteng Agung, tak ingin kampungnya didatangi (terduga) penista Alquran. (Baca: Blusukan ke Jagakarsa, Ahok Ditolak Warga)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement