Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

FOKUS: Nyawanya Terancam, Akankan Ahok Tetap Nekat Blusukan?

Randy Wirayudha , Jurnalis-Kamis, 03 November 2016 |21:03 WIB
FOKUS: Nyawanya Terancam, Akankan Ahok Tetap Nekat <i>Blusukan</i>?
Petahana Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) blusukan (Foto: Antara)
A
A
A

“Kampung kami kampung religius, Jagakarsa beragama. Intinya warga Jagakarsa itu menolak kampungnya diinjak oleh penista Alquran," ungkap Syuhada al-Aqso, orator demo warga di Jagakarsa, Senin 31 Oktober lalu.

Dia juga memaparkan, bahwa sedianya kedatangan Ahok tanpa sepengetahuan warga. Agenda pertemuan dengan warga yang mendukung, disebut sang orator juga bukan warga asli sekitar, melainkan warga yang didatangkan entah dari mana.

“Seluruh kegiatan yang dilakukan oleh penista agama di kampung kami, Kecamatan Jagakarsa, itu merupakan pengondisian tanpa diketahui oleh warga dan warga yang hadir di sana adalah setting-an. Apabila ada warga yang seolah-olah mendukung, maka warga tersebut adalah setting-an. Itu saya jamin,” cetusnya lagi.

Aksi warga itu memang hanya segelintir. Meski begitu, Ahok langsung ‘ngacir’ ke mobilnya yang tak jauh terparkir di lokasi.

Agenda blusukan berikutnya ke Pasar Kembang Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat pada Rabu 2 November kemarin bahkan lebih ricuh. Ahok dilabrak sejumlah warga yang jumlahnya lebih banyak dari yang dialaminya di Srengseng.

Ditambah, aksi penolakan warga itu turut didukung tokoh ulama Habib Idrus al-Habsi. (Baca juga: Ditolak Warga Rawa Belong, Ahok Ngacir Naik Angkot)

Penolakan yang begitu kerasnya memicu ketegangan antara warga dan polisi yang mengawal Ahok. Kondisi yang kian memanas itu memaksa Ahok “kabur” naik angkot dari lokasi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement