JAKARTA – Aksi terorisme di Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu 13 November lalu memakan korban jiwa. Yang bikin miris kalbu setiap warga Indonesia, korbannya masih balita.
Aksi bom molotov di sebuah gereja di Samarinda lalu melukai empat balita yang kebetulan, tengah bermain di lokasi pemboman. Satu di antaranya tak bisa tertolong, kendati sudah berusaha dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Wahab Syahranie, Samarinda.
Luka bakarnya sudah mencapai lebih dari 70 persen. (Baca: Balita Korban Ledakan Samarinda Tak Tertolong, Ini Penyebabnya)
Intan Olivia Marbun namanya. Bocah mungil berusia tiga tahun ini seolah jadi martir akibat kebiadaban sekelompok teroris yang mengatasnamakan agama.
Entah bagaimana suasana hati keluarga, mengetahui buah hati mereka yang tak tahu apa-apa, turut jadi korban terorisme. Intan memang bukan satu-satunya, terlebih jika kita menengok ke berbagai konflik di Timur Tengah.