Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pesawat PM Israel Ditolak Masuk Udara Indonesia, Kemlu: Itu Hal Biasa

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 23 Februari 2017 |13:12 WIB
Pesawat PM Israel Ditolak Masuk Udara Indonesia, Kemlu: Itu Hal Biasa
Juru Bicara Kemlu Arrmanatha Nasir dalam Press Briefing rutin Kemlu. (Foto: Wikanto Arung/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pesawat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan ditolak masuk wilayah udara Indonesia. Penolakan terjadi dalam perjalanan usai melakukan kunjungan kenegaraan ke Singapura untuk menuju Australia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyampaikan, kemungkinan ada alasan teknis terkait penolakan tersebut. Namun, pria berkacamata itu menyebut penolakan tersebut adalah hal yang biasa.

"Mungkin ada alasan teknis. Yang kita bisa kita lihat saat Ibu Menlu ke Yordania dan ingin ke Palestina, kita tidak diberikan izin penerbangan sehingga Ibu Menteri tidak bisa terbang," ujar pria yang akrab disapa Tata itu dalam press briefing di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (23/2/2017).

"Tentu ini hal biasa, tidak dipermasalahkan. Hal itu juga mereka lakukan saat ibu mau ke Ramallah," sambung Tata.

Sebagaimana diberitakan, izin terbang Menlu Retno LP Marsudi dan rombongan ditolak masuk wilayah udara Israel untuk menuju Ramallah, Palestina. Kendati demikian, penolakan tersebut tidak menghalangi upaya Indonesia meresmikan Konsulat Jenderal RI di Ramallah, Palestina.

Menteri Retno LP Marsudi akhirnya melantik Maha Abu Susheh sebagai Konsul Kehormatan RI berkedudukan di Ramallah, Palestina, di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, Yordania.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement