Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ahok Kembali Nistakan Agama, Pengamat: Sabar Ada Batasnya!

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Sabtu, 25 Februari 2017 |15:34 WIB
Ahok Kembali Nistakan Agama, Pengamat: Sabar Ada Batasnya!
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
A
A
A

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diminta menahan diri untuk tidak menyampaikan pendapat yang berpotensi menyinggung umat Islam.‎ Apalagi membawa-bawa ayat kitab suci yang tak berkaitan dengan pemahaman dan keyakinannya.

‎"Jangan memantik dan memancing nyali masyarakat yang bisa berbuat ekstrem," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, Sabtu (25/2/2017).

Menurut Pangi, Ahok harus pandai-pandai menjaga perasaan masyarakat. Apalagi saat ini Ahok terdaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang lolos putaran kedua.

Pangi melanjutkan, Ahok juga harus berterima kasih kepada pemilih di Jakarta yang masih memilih berdasarkan pertimbangan rasional, di tengah gempuran isu penistaan agama, reklamasi teluk Jakarta dan segudang isu yang menjegal Ahok, sehingga elektabilitas Ahok dinilai masih perkasa.

‎"Namun Ahok juga jangan sampai kebablasan menyindir ini itu dan seterusnya, tetap kesabaran ada batasnya," tukasnya.

Diketahui, Damai Hari Lubis dan Eggi Sudjana melaporkan ucapan Ahok di YouTube yang mengolok-olok surat Al Maidah ayat 51 sebagai nama akun Wifi.

Adapun video berdurasi satu menit itu menampilkan jajaran pemerintahan provinsi DKI Jakarta yang sedang melangsungkan rapat. Dalam video itu, Ahok menyinggung soal surat Al Maidah Ayat 1 sebagai nama akun Wifi dengan password kafir.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement