BANDA ACEH - Sebanyak 20 kru pesawat militer Amerika Serikat dipastikan bermalam di Aceh. Hanya 12 orang yang diizinkan keluar dari bandara, selebihnya terpaksa bertahan di dalam burung besi itu.
Pesawat milik angkatan udara negara adidaya tersebut mendarat darurat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar pukul 13.20 WIB. Pesawat berjenis Boeing 707 itu dilaporkan mengalami kerusakan di bagian mesin.
Usai berhasil mendarat dengan mulus, pesawat itu kemudian ditarik ke pinggir landasan agar tidak mengganggu lalu lintas lepas landas pesawat. 20 militer Amerika termasuk pilot di pesawat juga sempat diperiksa unit Imigrasi bandara.
Kepala Unit Imigrasi Bandara SIM Aceh Besar, T Ferdian Hadi Mulya mengatakan, dalam pemeriksaan pihaknya, hanya 12 kru yang memiliki paspor sehingga diizinkan keluar dari kawasan bandara. Sementara lainnya tidak.
"(Kru pesawat) Difasilitasi karena mereka emergency. 12 orang boleh keluar dari bandara, 8 tetap tinggal di pesawat," kata Ferdian di Bandara SIM Aceh Besar, Jumat (24/3/2017).
Pesawat berbendera Amerika Serikat itu harus bermalam di Aceh hingga menunggu onderdil pesawat dikirim untuk memperbaiki pesawat militer itu. Tidak diketahui hingga kapan burung besi milik militer Paman Sam itu akan berada di Aceh.
"Mereka tunggu pengiriman spare part, tidak tahu dari mana. Mungkin dari pangkalan (militer) terdekat," kata Danlanud SIM, Kolonel Pnb Suliono di bandara setempat.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.