Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Cerita Qatar Mendanai Teroris Adalah Rekayasa"

Silviana Dharma , Jurnalis-Rabu, 07 Juni 2017 |10:11 WIB
Dubes Qatar di AS. (Foto: Bernard Bisson/Pacific Council.org)
A
A
A

WASHINGTON – Qatar sedang mengalami krisis diplomatik. Mendadak, Arab Saudi mengumumkan pemutusan hubungan dengan negara Emir tersebut. Tak sampai 24 jam, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, Yaman, Maladewa dan Libya juga ikut memusuhinya.

Mereka menuding Qatar mendukung terorisme, khususnya memiliki kedekatan dengan kelompok Ikhwanul Muslimin. Kelompok teroris yang sudah berdiri selama 100 tahun dan dicap sebagai musuh besar Saudi dan Uni Emirat Arab.

Duta Besar Qatar di Amerika Serikat, Sheikh Meshal Bin Hamad Al Thani pun membantah negaranya aktif mendanai kelompok teroris dan ekstremisme. Ia meyakinkan semua tuduhan Arab Saudi hanya bualan, tidak ada buktinya.

“Semua cerita tentang Qatar mendanai teroris adalah rekayasa. Itu semua tidak benar,” tukasnya kepada CNN, Rabu (7/6/2017).

Dia menambahkan, “Isu ini tidak hanya soal Qatar. Mendanai teroris jadi isu global. Kami sebagai pemerintah Qatar melakukan yang terbaik untuk memerangi terorisme, bersama dengan sekutu kami. Ada hukum di negara kami yang mencegah dana mengalir ke kelompok teroris.”

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement