SEJARAH dunia penuh dengan kekerasan. Bom menghancurkan seisi kota dan membasmi penduduknya, meninggalkan jejak kelam dan reruntuhan. Selain perang, bencana alam juga seringnya menjadi penyapu keindahan alam.
Uniknya, tidak semua kawasan yang pernah diterjang malapetaka, hancur begitu saja. Faktanya, ada juga peninggalan sejarah yang tak lekang dimakan zaman. Ada yang mampu bertahan hingga kini, meskipun tak seutuhnya.
Berikut ini merupakan lima landmark dunia yang selamat dari terjangan bom.
1. Kuil Sanno di Nagasaki
Jepang pada masa Perang Dunia II bernafsu menguasai Asia dan dunia. Indonesia termasuk negara yang dijajahnya kala itu. Desakan dari Amerika Serikat membuat mereka pulang kampung semua, yaitu jatuhnya dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945.
Ketika nuklir itu meledak, seluruh kota hancur, menyisakan puing-puing. Salah satu peninggalan sejarah Nagasaki yang bertahan hingga kini ialah separuh torii Kuil Sanno. Torii itu terletak sekira 792,48 meter dari pusat jatuhnya Fat Man.
Torii adalah semacam gapura di kuil-kuil shinto Jepang yang menandakan batas antara tempat tinggal manusia dan kawasan suci Kami (sebutan untuk Dewa atau Tuhan dalam Bahasa Jepang).
Orang Jepang percaya bahwa selamatnya setengah bagian dari pintu keramat tersebut adalah keajaiban. Seolah mewakili semangat Negeri Matahari Terbit yang menolak dihancurkan sepenuhnya.
Pada saat bersamaan, dua pohon tua yang sudah hidup lebih dari lima abad di dekatnya juga tersapu oleh ledakan nuklir. Orang mengira ia akan mati begitu saja, tetapi pohon itu kabarnya sudah mulai bertumbuh lagi.
Waktu berlalu, kehidupan kembali ke sekitar torii Kuil Sanno dan kedua pohon tua itu. Kini, kedua saksi bisu kekejaman Perang Dunia II itu menjadi simbol kehidupan. Dalam artian, setelah kerusakan parah dan kematian, kehidupan masih ada.