Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presidential Threshold Disebut Jadi Skenario untuk Pertahankan Kekuasaan

Badriyanto , Jurnalis-Sabtu, 15 Juli 2017 |07:30 WIB
<i>Presidential Threshold</i> Disebut Jadi Skenario untuk Pertahankan Kekuasaan
Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto menyampaikan bahwa ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold tidak lepas dari skenario partai politik besar untuk mempertahankan kekuasaannya.

Menurut Sunanto, presidential threshold 20–25 persen adalah jurus jitu pihak tertentu untuk mencegal seseorang berkompetisi di Pilpres 2019. Dengan demikian secara otomatis partai besar akan leluasa merebut kembali kekuasaan.

"Presidential threshold sebagai bagian dari skenario pemerintah untuk mempertahankan kekuasaan. Menjegal seseorang atau masyarakat untuk mencalonkan," ujar Sunanto kepada Okezone, Sabtu (15/7/2017).

Dikatakan Sunanto, sikap pemerintah yang bersikukuh dengan presidential threshold 20–25 persen terkesan politis, bukan untuk kepentingan publik. Pemerintah pun dinilai sedang menjalankan skenario untuk mempertahankan kekuasaan.

"Kita juga sudah memberikan masukan, anggapan paling besar (pemerintah) menjadi lembaga politik. Pemerintah ini bukan lembaga pengayom masyarakat dan penegakan aturan main yang sudah diputuskan," pungkasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement