Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BNPB: Banjir di Belitung Timur Akibat Aktivitas Pertambangan

Arsan Mailanto , Jurnalis-Senin, 17 Juli 2017 |13:44 WIB
BNPB: Banjir di Belitung Timur Akibat Aktivitas Pertambangan
Ilustrasi (Okezone)
A
A
A

BELITUNG - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan, salah satu penyebab banjir diduga karena banyaknya usaha pertambangan yang tidak didukung perbaikan lingkungan. Alhasi, membuat ekosistem rusak. Hal ini ditambah dengan meningkatnya degradasi lingkungan di Belitung dan Belitung Timur. 

Dijelaskannya, berdasarkan hasil kajian BNPB, air hujan di wilayah Belitung biasanya mengalir sebagai aliran permukaan (run off) dan menggerus permukaan. Kandungan biji timah dan kaolin banyak ditemukan di daerah endapan batuan granit, sehingga daerah sekitar sungai banyak dimanfaatkan sebagai usaha pertambangan.

"Banyaknya usaha pertambangan ini yang tidak didukung dengan upaya perbaikan lingkungan yang banyak menyebabkan terjadinya kerusakan ekosistem lingkungan. Air menjadi keruh karena partikel lumpur dan sukar untuk meresap ke tanah dan sungai yang dangkal terdapat di Belitung sebagai akibat dari aktivitas pertambangan tersebut," ujar Sutopo kepada Okezone, Senin (17/7/2017).

Dia mengungkapkan, adanya partikel lumpur hasil tambang yang terbawa aliran menyebabkan drainase dan sungai-sungai menjadi dangkal. Jika kondisi ini terus terjadi, semakin lama daya tampung sungai semakin berkurang dan saat hujan lebat dapat terjadi banjir.

"Perlu segera ada kebijakan strategis dari pemerintah setempat untuk melakukan restorasi kerusakan akibat tambang dan melakukan pengerukan di aliran-aliran sungai yang sudah dangkal," tuturnya.

Diketahui Kabupaten Belitung dan Belitung Timur diguyur hujan sedang-lebat yang berlangsung sejak Jumat hingga Minggu 16 Juli 2017 telah menyebabkan banjir yang luas di beberapa wilayah di Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Babel.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement