Kehadiran Raja Dangdut Rhoma Irama yang menghibur ratusan ribu warga nahdliyin pada puncak peringatan Harlah NU siang tadi disambut antusias warga nahdliyin. Bahkan mereka nekat memadati lapangan rumput stadion Gelora Bung Karno, Senayan.
Dalam acara peringatan hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-82 di Senayan, sejumlah angota keluarga dari enam Presiden Indonesia diundang. Ketua PBNU Hasyim Muzadi, menyatakan NU menginginkan tokoh pemimpin Indonesia dapat bahu membahu mengatasi persoalan bangsa.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di acara puncak Harlah (hari lahir) ke-82 Nahdlatul Ulama. Pemandangan menarik justru dengan adanya kehadiran putri almarhum mantan Presiden Soeharto.
Ratusan warga Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) sudah menjejali Gelora Bung Karno di Kawasan Senayan, Jakarta. Kedatangan Nahdliyin ini untuk bersama-sama mengikuti acara hari lahir (Harlah) NU ke-82.
Pemerintah meminta agar warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak terpengaruh godaan politik yang semakin memanas. Sebagai organisasi Islam terbesar, NU diminta tetap pada tujuan awal pembentukannya yaitu sosial kemasyarakatan.
Perebutan pengaruh antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mewarnai peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU).
Politisi dari lingkungan NU yang tersebar di berbagai partai politik dinilai perlu diwadahi dalam sebuah organisasi yang dibentuk PBNU. Hal ini dimaksudkan untuk menyatukan para politisi NU yang sering berseberangan pendapat.