900 Orang Terisolir, Warga Perbaiki Jembatan yang Putus

Untung Subejo, Jurnalis
Minggu 18 November 2007 15:30 WIB
Share :

SLAWI - Sekira 900 warga Dukuh Padareka, Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terisolir akibat jembatan penghubung putus diterjang banjir. Musibah bencana alam ini juga mengakibatkan tujuh rumah di desa setempat tergenang banjir.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, bencana alam didahului hujan lebat yang turun sejak Jumat, 16 November. Hujan yang tak kunjung berhenti mebuat arus sungai yang meluap semakin derah. Satu-satunya jembatan penghubung di desa setempat yang melintas di atas sungai Onje akhirnya bobol. Menurut warga, kondisi jembatan sepanjang 6x4 meter yang tersusun dari semen dan kerangka besi itu masih kokoh.

"Akibat jembatan putus akses warga setempat terputus total. Ada sekira 900 warga Dukuh Padareka di lima RT yang masih kesulitan akses keluar masuk karena itu satu-satunya jalan masuk. Saat ini aktivitas warga macet sama sekali," jelas Kepala Desa (Kades) Padasari, Uripin di sela-sela perbaikan jembatan secara swadaya, Minggu (18/11/2007).

Dalam waktu hampir bersamaan, sambung dia, luapan air juga menerjang tujuh rumah di dua RT yaitu RT 8 (tiga rumah) dan RT 6 (empat rumah). Genangan air ini berasal dari kawasan atas yaitu hutan Jatinegara. Kebetulan ketujuh rumah itu berada di lereng hutan.

Dijelaskannya, rumah yang sempat kebanjiran antara lain milik Sartono, Rohman, dan Saefudin di RT 8. Sementara di RT 6 terdiri dari rumah milik Slamet, Wawan, Akril, dan Anto.

"Rata-rata, rumah warga sempat kemasukan air dan lumpur dari atas. Tetapi sekarang sudah mulai dibersihkan. Tidak ada korban jiwa," timpalnya.

Pascaterputusnya jembatan ini otomatis mobilitas warga terhenti. Menurut Uripin, warga tidak bisa mengambil jalan lain sebagai alternatif karena memang tidak ada. Diinformasikan, sebelumnya sekitar bulan Mei 2007 juga terjadi musibah bencana alam berupa longsornya jalan penghubung di Desa Padasari.

Kala itu, material longsoran menutup jalan sepanjang 150 meter berketebalan sekitar 2 meter. Warga terpaksa menyeberangi Sungai Cacaban apabila hendak keluar wilayah.

Dia menambahkan, sejauh ini belum ada langkah kongkrit dari Pemda Tegal. Padahal, warga berharap secepatnya jembatan dibangun kembali agar akses keluar masuk wilayah tersebut normal seperti sedia kala.

Camat Jatinegara, Subandriyo belum bisa dikonfirmasi karena telepon genggamnya sedang tidak aktif. Demikian pula dengan Kepala Kesbanglinmas Kabupaten Tegal, Herry Kartono, saat dihubungi, ponselnya menunjukkan nada tidak aktif.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya