JAKARTA - Menjelang pilres 2009 mendatang, incumbent harus ekstra hati-hati dalam menentukan kebijakan dalam pemerintahan. Pemerintahan SBY-JK pun berjanji tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tahun depan.
Menurut Ketua Umum Golkar yang juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, keputusan menaikkan harga BBM akan berdampak terhadap kondisi politik.
"Menaikkan harga BBM tahun 2008 itu berarti harakiri, bukan soal berani atau tidak tapi dampaknya kepada politik," tutur Kalla dalam rapimnas III Partai Golkar di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (24/11/2007) dini hari.
Meurut Kalla, kebijakan menaikkan harga BBM biasanya dilakukan pemerintah 2 tahun sebelum pilpres dan dua tahun setelah pilres. Kalau pada tahun 2005 lalu pemerintah tidak menaikkan harga BBM maka negara akan bangkrut karena harus membayar subsidi BBM.
"Waktu itu kita naikkan BBM tahun 2005. Jadi pas kan," tandasnya.
(Ahmad Dani)