Longsor di Nganjuk Sebabkan 3 Rumah Rusak

Tritus Julan, Jurnalis
Selasa 04 Desember 2007 18:29 WIB
Share :


NGANJUK - Peringatan rawan bencana oleh Badan Meteorolgi dan Geofisika (BMG) tak hanya isapan jempol. Beberapa waktu lalu, BMG memprediksi beberapa wilayah di Nganjuk, Jawa Timur dalam sepekan ini rawan bencana.

Tiga rumah di Desa Putuk Kec Sawahan Senin sore rusak akibat tanah longsor. Meski tak ada korban jiwa dalam bencana kali ini, warga setempat mengaku ketakutan jika hujan deras menimpa desa mereka.

Sujito, salah satu warga yang rumahnya terkena tanah longsor, mengatakan sekira pukul 15.00 WIB hujan deras mengguyur perkampungannya yang berada di lereng Gunung Wilis. Hujan deras sekira 2 jam itu juga disertai angin kencang dan membuat warga ketakutan. Pasalnya di daerah itu memang dikelilingi tebing yang sangat curam.

Saat hujan mereda, Sujito dikagetkan dengan suara gemuruh yang berasal dari belakang rumahnya. Merasa ada yang tak beres, dirinya mengajak istri dan anaknya untuk ke luar rumah.

Firasat buruk Sujito tak meleset. Beberapa menit kemudian, bagian belakang rumahnya tertimbun longsoran tanah tebing. Tak pelak, dapur rumahnya pun tertutup tanah.

"Rumah saya terkena longsoran rumahnya Jinem yang berada di atas tebing. Sesaat setelah longsor, baru diketahui bahwa tanh yang longsoran berasal dari kamar mandi Jinem," kata Sujito seraya bersyukur karena istri dan anak-anaknya selamat dalam kejadian ini, Selasa (4/12/2007).

Dia menambahkan, setelah rumahnya tertimpa tanah kamar mandi milik Jinem itu, dirnya dan keluarga tak berani masuk ke dalam rumah karena takut jika longsor susulan akan menimpa rumah mereka kembali.

Setelah beberapa saat dan memastikan rumahnya aman dari ancaman longsor, tambah Sujito, dirinya dan beberapa warga mulai memperbaiki tiga rumah yang menjadai sasaran tanah longsor ini.

"Melalui aparat desa dan dibantu warga lain, kami mulai mengangkut tanah dan bangunan yang menimpa rumah. Alhamdulillah, pagi ini, dapur rumah saya sudah bersih dari longsoran itu," katanya sembari mengaku jika belum ada bantuan dari pmerintah atas musibah yang menimpa keluarganya itu.

Sementara itu kondisi rumah Jinem, kini tak lagi mempunyai kamar mandi pascatanah longsor yang menimpanya kemarin. Dituturkan wanita tua itu, sebelum kejadian, ia memang merasa khawatir dengan derasnya hujan dan angin kencang di perkampungannya itu.

"memang hujannya deras sekali, bahkan kami tak mampu mendengar apaun selain sura hujan dan angin," kata Jinem dengan bahasa jawa.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya