Berteduh, Siswa SMP Tewas Tertimpa Bangunan

Rommy Roosyana, Jurnalis
Selasa 15 Januari 2008 21:40 WIB
Share :

GARUT - Nasib nahas menimpa 3 orang siswa SMP yang sedang berteduh di sebuah tempat penggergajian di RT 5/1, Kp Pasir Astana, Ds Samida, Kec Selaawi, Kab Garut.

Bangunan yang dipakai berteduh oleh mereka mendadak roboh dan menimpa ketiga siswa tersebut. Satu orang di antaranya meninggal dunia. Menurut Kabag Humas Setda Garut Dik Dik Hendrajaya, kejadian tersebut terjadi Senin (14/1) sore. "Kejadiannya kemarin sore. Sekitar pukul 16.00 WIB," katanya, Selasa (15/1/2008).

Saat itu tutur Dik Dik, tiga orang siswa sebuah SMP di Selaawi itu, tengah berjalan di kampung tersebut. Mendadak turun hujan cukup deras di kawasan tersebut. Kemudian ketiganya memilih untuk berteduh di sebuah tempat penggergajian yang ada di daerah itu.

Belakangan diketahui tempat penggergajian itu milik Adang, warga Rancaekek, Kab Bandung. Saat mereka asik berteduh tiba-tiba saja bangunan itu roboh. Tanpa ampun tubuh ketiganya tertimpa kayu dan bahan bangunan lain.

"Mungkin karena bangunan tersebut sudah tua sehingga kayu-kayunya lapuk. Dan saat hujan deras bangunannya roboh," tutur Dik Dik.

Menurut informasi yang masuk ke Bagian Sanditel Bagian Humas Setda Garut, akibat kejadian tersebut dua orang siswa SMP itu mengalami luka. Bahkan, satu orang diantaranya meninggal dunia. Yang meninggal dunia tercatat bernama Toni Candra Resmana,14, putra pasangan suami istri Dede A dan Ny Cucu.

"Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, Senin malam sekitar pukul 22.00 korban meninggal dunia," ungkap Dik Dik.

Jenazahnya dibawa ke Kp Jeungjing, Ds Samida untuk dimakamkan oleh pihak keluarganya. Sedangkan satu korban lainnya masih dirawat di RSHS karena mengalami luka ringan. Nama korban yang mengalami luka ringan adalah Iman Sukirman,14, putra pasangan Yahya dan Ny Acih. Iman tercatat merupakan warga Kp Jeungjing, Ds Samida.

"Sementara satu siswa SMP lainnya selamat saat kejadian tersebut. Namanya tidak masuk ke sini," ungkapnya.

Sementara itu, sedikitnya 9 rumah di Ds Cihaurkuning dan Ds Malangbong, Kec Malangbong, Kab Garut rusak dihantam angin puting beliung disertai hujan es, Senin (13/1) sore. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun demikian dua orang kakak beradik mengalami luka ringan tertimpa dahan pohon beringin yang runtuh.

Kedua kakak beradik yang terluka ringan tersebut yaitu Asep Irfan,10, dan Iis,5, anak dari pasangan suami istri Handa dan Yeni warga Kp Cibares Desa Malangbong. Keduanya mengalami luka ringan di sejumlah bagian tubuhnya karena tertimpa dahan dari pohon beringin yang runtuh itu.

Camat Malangbong Ajat Sudrajat ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa akibat kejadian, para korban menderita kerugian material tak kurang dari Rp150 juta. Atas kejadian itu, ia sudah meminta masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya angin kencang atau angin puting beliung kembali di daerah Malangbong.

"Kecamatan Malangbong memang dikenal sebagai wilayah yang sering terjadi angin kencang, karena berada di kawasan dataran yang diapit beberapa dataran tinggi," katanya.

Menurut keterangan yang berhasil dihimpun SINDO, Selasa (15/1) kemarin, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu tiba-tiba terjadi hujan es disertai angin puting beliung. Kejadian itu menyebabkan warga dicekam ketakutan karena kejadian yang berlangsung hampir dua jam itu juga disertai gemuruh petir, apalagi setelah melihat genteng atap rumah beterbangan disapu angin.

Akibat terjangan angin puting beliung tersebut, sebuah pohon beringin di Kampung Citiru Ds Haurkuning tumbang dan menimpa dua bangunan rumah hingga hancur. Kedua rumah tersebut masing-masing milik Su'i,80, dan Dede Supriadi,37. Satu rumah lainnya milik Bandi,37, rusak berat.

"Para korban yang rumahnya hancur dan rusak berat sementara ini diungsikan ke rumah saudara dan kerabat dekatnya di sekitar kampung," kata Camat Ajat.

Sementara di Kampung Cibares Desa Malangbong terdapat lima bangunan rumah milik warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung itu. Satu rumah rusak lainnya ada di Kp Pasirkolot desa yang sama.

Rumah tersebut masing-masing milik Nana,60; Bandi,70; Engkus,40; Agus,50; Mamat,40; dan Ny Eruk. Kebanyakan rumah tersebut hancur pada bagian genting dan atapnya.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya