Ratusan Guru Gagal Terima Tunjangan

Hari Tri Wasono, Jurnalis
Minggu 20 Januari 2008 04:19 WIB
Share :

BLITAR - Nasib malang masih menimpa pahlawan tanpa tanda jasa. Sebanyak 512 guru TK di Kab Blitar terpaksa tidak bisa menerima rapelan tunjangan dari Pemprov Jatim karena kesalahan administrasi perbankan.

Meski rapelan tunjangan senilai Rp1,2 juta/tahun atau Rp1.00.000/bulan jatah guru TK tersebut sudah dialokasikan oleh APBD Pemprov 2007 dan harus diterima akhir tahun lalu, namun hingga kini tidak satupun dari mereka yang sudah menerima. Hal ini akibat rusaknya 50 rekening milik 512 guru TK di Kab Blitar sehingga tidak gagal menerima transaksi keuangan.

"Saya sendiri tidak tahu mengapa 50 rekening itu bisa rusak. Akibatnya tidak satupun guru TK yang menerima rapelan tunjangan," ujar Kasi Kepangkatan Administrasi Dinas Pendidikan (Dindik) Kab Blitar, Rachmad, Sabtu (19/1/2008).

Menurutnya, pencairan itu baru bisa dilakukan setelah pihak bank memperbaiki 50 rekening milik guru TK. Selama ini ia telah menyerahkan 400 nomor rekening yang sudah didaftar kepada provinsi. Karena itu ia akan terus melakukan koordinasi dengan Pemprov untuk secepatnya melakukan perbaikan administrasi perbankan.

Rencananya, setiap guru akan langsung menerima tunjangan itu melalui rekening mereka. Hal itu untuk menghindari terjadinya penyimpangan jika dititipkan pada rekening Pemkab Blitar. Tunjangan itu sendiri diberikan untuk memperbaiki kesejahteraan para guru TK yang selama ini belum mendapat hak yang seimbang dengan pekerjaannya.

Menanggapi hal itu, anggota komisi IV DPRD Kab Blitar, Panoto meminta kepada Dindik agar secepatnya mengatasi persoalan itu. Hal itu untuk membantu beban operasional para guru TK yang selama ini masih belum maksimal dari Pemkab Blitar.

"Jika tunjangan itu tertunda, kasihan guru TK yang gajinya sudah pas-pasan. Pemkab harus aktif menyelesaikan persoalan ini," tegasnya.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya