Libur Nyepi, Hotel Melati di DIY Laris Manis

Daru Waskita, Jurnalis
Minggu 09 Maret 2008 20:13 WIB
Share :

YOGYAKARTA - Libur Nyepi dan dilanjutkan dengan libur akhir pekan yang dimulai hari Jumat (7/3) hingga minggu (9/3) ternyata berdampak positif bagi sejumlah hotel kelas melati di kawasan Malioboro Yogyakarta. Tingkat hunian kelas melati saat ini telah mencapai 90% hingga 100%.

"Sejak malam jumat lalu hotel-hotel kelas melati di kawasan Malioboro sudah penuh tamu yang menginap," Tutur Agus Santosa (33), karyawan losmen Family di Jln Dagen No 14, Yogyakarta (Minggu, 8//3/2008)

Seperti kebiasaan yang lalu, jika ada libur panjang ataupun cuti bersama losmen-losmen dan hotel kelas melati dengan tarif Rp 50.000 hingga Rp 200.000 dipastikan sudah penuh, bahkan satu hari menjelang libur banyak losmen dan hotel melati yang sudah menolak tamu karena sudah dipesan jauh-jauh hari oleh tamu langganan.

"Rata-rata tamu yang menginap adalah wisatawan luar daerah yang punya saudara atau teman di Yogyakarta. Namun demikian banyak wisatawan yang sengaja ingin menghabiskan libur dan cuti bersama dibeberapa objek wisata yang ada di Yogykarta," jelas Agus.

Lebih lanjut Agus Santosa menyatakan bagi tamu hotel yang merupakan langganan, biasanya mereka memesan hotel jauh-jauh hari sebelum mereka datang ke Yogyakarta. Karena saat libur panjang seperti ini jumlah tamu di hotel sangat padat sehingga akan kesulitan mendapat kamar hotel jika pesannya dadakan.

"Satu minggu sebelum libur dan cuti bersama, biasanya tamu langganan hotel sudah memesan kamar, sehingga saat tiba di Yogyakarta mereka tinggal menempati kamar yang dipesannya," tutur Agus.

Senada dengan Agus, Yatmo (30) salah seorang karyawan Hotel Amarta yang juga berada di kawasan Jl Dagen, Yogyakarta mengaku walaupun tamu datang silih berganti namun kamar selalu terisi penuh bahkan sempat menolak tamu yang datang.

†Beberapa hari ini pada halaman hotel sudah dipasang pengumuman kamar penuh, jika pun ada kamar tersebut sudah dipesan oleh tamu sehingga kita tidak bisa menerima tamu yang akan menginap,� kata Yatmo.

Tamu hotel yang saat ini menginap merupakan tamu langganan yang sudah lama, sehingga kita memprioritaskan mereka untuk mendapatkan kamar terlebih dahulu dari pada para pendatang baru.

"Kita tidak mau kehilangan pelanggan yang setia dengan alasan kamar penuh, jika masih mungkin ada kamar mereka yang kita prioritaskan," terang Yatmo.

(Ahmad Dani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya