Seleksi Caleg, Taruhan Nasib Bangsa ke Depan (1)

Desy Afrianti, Jurnalis
Rabu 14 Mei 2008 10:03 WIB
Share :

JAKARTA - Masa jabatan anggota DPR akan segera berakhir, pemilu di awal tahun 2009 akan segera digelar. Saat ini sejumlah partai politik sudah ada yang melakukan seleksi terhadap calon anggota DPR untuk periode 2009-2014.

Seleksi ini merupakan pertaruhan besar bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak, jika seleksi yang dilakukan partai politik hanya asal-asalan, maka kerja lembaga wakil rakyat yang akan datang bisa lebih buruk ketimbang sekarang.

Masih ingat dengan anggota DPR dari partai Golkar Yahya Zaini? Adegan seks antara ketua DPP Golkar bidang keagamaan ini dengan wanita cantik yang juga pengurus Golkar, Maria Eva, menghentak jagat politik Indonesia di penghujung tahun 2007 lalu.

Usai Yahya Zaini terbitlah Al Amin. Anggota FPAN ini ditangkap KPK bersama Sekda Pemkab Bintan Azirwan. Yang mengejutkan penangkapan pukul 02.00 WIB pagi di Hotel Ritz Carlton ini, Al Amin sedang bersama seorang wanita cantik bernama Efiliani Yolanda.

Ketua DPW Jambi ini ditahan karena diduga menerima uang suap untuk meloloskan pengalihan fungsi hutan lindung di Bintan.

Tak lama kemudian, rekannya di Komisi IV Sarjan Taher juga ditahan KPK. Anggota Fraksi Partai Demokrat ini diduga terlibat kasus serupa di Tanjung Api-Api di Sumatra Selatan.

Dalam kasus yang berbeda, yaitu kasus aliran dana BI, anggota DPR dari Partai Golkar Hamka Yamdhu ditahan. Kemudian dalam kasus pengadaan mobil pemadam kebakaran, anggota DPR dari Golkar Saleh Djasit juga ditahan KPK.

Keempat anggota DPR yang ditahan KPK, merupakan catatan buruk bagi DPR menjelang akhir kerjanya. Lalu apakah praktek suap dan tindakan amoral yang dilakukan anggota dewan yang terhormat ini akan terulang kembali pada DPR periode 2009-2014? Hal ini sangat bergantung pada penjaringan dan seleksi partai politik.

Artinya, seleksi atau penjaringan caleg oleh partai politik tidak bisa dilihat sebelah mata. Pasalnya dari sinilah asalnya para anggota dewan yang akan menggodok dan membuat undang-undang untuk lima tahun mendatang.

Jika partai salah pilih, memilih teman dekatnya, saudaranya, atau yang paling banyak memberi uang kepada partai, tapi tidak mumpuni di bidangnya, maka â€~lagu lama diputar lewat kaset baru' tentu akan terdengar lagi.

Karenanya diharapkan, partai politik tidak sembarangan melakukan penjaringan, seperti melakukan KKN. Jika masih seperti itu, tunggulah saja Yahya Zaini dan Al Amin selanjutnya. Semoga saja tidak.

(Syukri Rahmatullah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya